Dobrakan Kolaborasi Lafa Pratomo, Bilal Indrajaya, dan The Jansen Hajar Batasan lewat Single “terabas” di Syaip Studio

Satu lagi dobrakan batas konvensional Lafa Pratomo melalui Extended Play (EP) ‘Garis Tegak’. Produser dan komposer Lafa Pratomo menghadirkan single ketiga berjudul “terabas”, yang mempertemukan Bilal Indrajaya dan grup punk-rock The Jansen. Seluruh proses kreatif dan rekaman karya ini dipusatkan di Syaip Studio, rumah produksi tempat Lafa bernaung yang konsisten melahirkan karya-karya layak tunggu bagi para penikmat musik.

Proyek ‘Garis Tegak’ dirayakan untuk memperingati ulang tahun keenam KithLabo dan 12 tahun perjalanan karier Lafa Pratomo sebagai produser. Berisi enam lagu, EP ini memasangkan musisi lintas genre. Sebelumnya, Lafa telah merilis “Seperti Angka 8” bersama Feby Putri dan Matter Mos, serta “Bukan Kendalimu” bersama Nadhif Basalamah dan Hursa. Kehadiran “terabas” yang resmi dirilis pada 15 September 2026 melalui berbagai Digital Streaming Platform (DSP) memberikan suntikan energi positif baru.

Lafa Pratomo menjelaskan bahwa pemilihan kolaborator dengan genre berbeda di Syaip Studio sengaja dilakukan untuk memunculkan tantangan kreatif. “Nah, pertimbangannya justru karena mereka genre musiknya beda. Kalau genrenya sama kan terlalu ketebak aja gitu. Kalau ini kan jadi ada challenge. Ada hal yang seru ketika kita di studio, bisa discover gimana menyatukan kedua entitas ini ya? Lucunya, ternyata bisa,” ungkap Lafa.

Antusiasme tinggi langsung dirasakan oleh para kolaborator. Adji Pamungkas dari The Jansen menuturkan pengalaman berharga bisa bekerja sama dengan produser andal di Syaip Studio. “Iya, ketika dapat tawaran buat kolaborasi sama Mas Lafa kayaknya gak pake pikir panjang buat bilang ‘gas’. Dulu kita sempet kontak dengan Mas Lafa karena penasaran gimana rasanya diproduserin orang lain, dan Mas Lafa adalah kandidat yang kami inginkan waktu itu. Ya, karena kesibukan masing-masing baru berjodohnya di proyek ini,” kenang Adji.

Proses workshop di Syaip Studio berlangsung cepat dan organik. Dipicu oleh riff intro ala lagu The Beatles “I Want You (She’s So Heavy)” yang dimainkan Bilal, mereka menyusun aransemen lagu hanya dalam tiga kali pertemuan. Bilal Indrajaya mengaku proses adaptasi berjalan tanpa hambatan berarti di Syaip Studio. “Surprisingly, ternyata gak ada kendala apapun ya. Ketika kami gonjrengan bareng sih nyambung aja ternyata. Kami lebih banyak sharing referensi musik pas di studio. Dan lagu ini pun gak membuat kami jadi keluar dari warna masing-masing gitu. Ini seperti menggabungkan tiga dunia yang berbeda lalu dijahit gitu. Dari verse-nya gimana, chorus-nya gimana, itu dinamis banget. Pas dijahit sama Lafa terdengar mantep sih,” ujar Bilal, yang memuji Lafa sebagai sosok yang sangat cair atau fluid.

Bagi The Jansen, pengalaman pertama diproduseri orang lain di Syaip Studio memberikan kesan luar biasa. “Sangat menyenangkan bisa diproduserin Mas Lafa. Ini pertama kalinya The Jansen diproduseri orang lain. Ternyata tidak semenakutkan yang kami kira. Bisa dibilang kami memiliki keterbatasan skill untuk bermain musik pop seperti Mas Bilal. Tapi Mas Lafa bisa memberi kebebasan ruang untuk berkontribusi dan nge-push limit kita. Aku sangat menikmati semua prosesnya,” tambah Adji.

Secara tematik, judul “terabas” yang diusulkan oleh Bilal menyimbolkan keberanian menghadapi rintangan hidup. Lafa menambahkan bahwa pesan positif lagu ini turut mengandalkan kekuatan non-fisik dan spiritual. “Kita ini punya kekuatan-kekuatan yang sifatnya non-fisik. Kayak kekuatan batin gitu kalo kita ini bisa melewati banyak rintangan lewat kekuatan doa. Di sini ada penggalan liriknya kan, Kutukanmu biasa saja, doa ibuku luar biasa. Ini juga tentang kesadaran kalau Tuhan itu selalu membersamai kita,” pungkas Lafa.

Aransemen kaya instrumen di “terabas” direkam matang di Syaip Studio, dan kini siap dinikmati publik melalui video lirik YouTube dan berbagai DSP kesayangan Anda.

© All Rights Reserved by Syaip Studio